Overload saat ujian??

saat kaki ini melangkah setelah pulang ujian..mata ini pun terperanjak untuk melihat sebuah ruangan kelas yg “overload”. Ruangan kelas yg dipenuhi mahasiswa untuk ujian, hingga kurang lebih 10 mahasiswa harus mengerjakan ujian diluar kel;as tersebut,,tepatnya di teras ruang kelas tersebut. Ada apakah gerangan??apakah kekurangan bangku/lahan didalam kelas? atau over capacity oleh minor?
(silahkan dijawab gan,,heeee)
Semoga hal demikian tidak terulang kembali..sama2 bayar ko malah ujian diluar, ga adil ini,,heeeee…semangat buat kampus kita jadi lebih baik lagi. Kritik dan saran jadikan input2 untuk memperbaiki kekuranmgan untuk melangkah dan berlari menjadi lebih baik lagi…

Category: News  Leave a Comment

pembangunan VS pemeliharaan

Setiap mata ini jauh memandang dan kaki ini melangkah untuk susuri megahnya kampus ku tercinta. Sepanjang jejak ku melangkah, ku temukan pembangunan-pembangunan baru dikampus ini. Common class, Perpustakaan dan lain-lain membuat ku kagum dan bangga.  Disamping itu ada sesuatu yang menggelitik (sesuatu bgt? heeee). Sesuatu itu ingin sekali ku suarakan dan ku edarkan dalam atmosfer kapus (lebay?). “Banyaknya pembangunan yang dilakukan di kampus kita, tidak seiring dengan pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah ada sebelumnya” Sungguh Ironi hal tersebut! HAl ini mampu membuat seorang mahasiswa bersuara, ” Sesulit apa si memelihara dibanding membangun??” , ujar diri ini dlam hati.

Faktanya Rk X (gedung baru didekat Lab Kimia TPB dan Fahutan) sudah banyak dihiasi noda-noda hitam dan bercak-bercak, seperti coretan-coretan dari tangan yg yg tak bertanggungjawab, jejak-jajak sepatu ditembok (emang jejaknya bagus gt sampe diukir ditembok?), sampah-sampah di kelas-kelas, stop kontak yang tidak ada pengamannya (kalo ujan, ada yg kesetrum gmana ni mas bro??), dll..

Siapakah yg patut dipersalahkan? Hal itu nampaknya tidak penting. sanggupkah kita untuk menjaga, merawat dan memperindah kampus kita?????????

Semoga para calaon-calon presma dan wapresma menyuarakan hal ini dan merealisasikannya. Jangan hanya janjji-janji, tapi bukti yang nyata dari awal. Satukan hati, rendahkan keegoisan kita dan berikan hal yg terbaik pada kampus tercinta kita, dengan menjaga, merawat dan memeliharanya:-)

Category: News  Leave a Comment

Potret Yogyakarta Pasca Merapi

 Letusan Merapi
Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar dan kota gudeg ini memiliki potensi sumberdaya alam yang bervariasi dan melimpah, seperti pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan. Namun itu semua menjadi berubah setelah meletusnya Gunung Merapi Oktober-November 2010. Roda perekonomian masyarakat Yogyakarta terhambat sejak peristiwa itu. Mulai saat itu gunung ini dimonitor non-stop oleh Pusat Pengamatan Gunung Merapi di Kota Yogyakarta, dibantu dengan berbagai instrumen geofisika telemetri di sekitar puncak gunung serta sejumlah pos pengamatan visual dan pencatat kegempaan di Ngepos (Srumbung), Babadan, dan Kaliurang.

Gambar 1. Pusat Pengamatan Merapi, Ngepos Gambar 2. Menara Pengamat Merapi
Sumber : Koleksi Pribadi
Hujan kerikil dan abu vulkanik tidak hanya memudarkan potensi sumberdaya alam masyarakat setempat, namun memberikan duka yang mendalam pada masyarakat. Tegang, cemas, tak berdaya dan tak tau harus kemana terlukiskan diraut setiap warga yang berada di radius 20 km dari puncak Merapi, setelah erupsi eksplosif berupa letusan besar 4 November 2010 lalu.
Peristiwa ini yang menyebabkan semburan awan panas ke berbagai arah di kaki Merapi. Selanjutnya, sejak sekitar pukul tiga siang hari terjadi letusan yang tidak henti-hentinya hingga malam hari dan mencapai puncaknya pada dini hari 5 November 2010. Rangkaian letusan ini serta suara gemuruh terdengar hingga Kota Yogyakarta (jarak sekitar 27 km dari puncak), Kota Magelang, dan pusat Kabupaten Wonosobo (jarak 50 km). Hujan kerikil dan pasir mencapai Kota Yogyakarta bagian utara, sedangkan hujan abu vulkanik pekat melanda hingga Purwokerto dan Cilacap. Pada siang harinya, debu vulkanik diketahui telah mencapai Tasikmalaya, Bandung, dan Bogor. Rangkaian letusan pada bulan Oktober dan November 2010 dievaluasi sebagai letusan yang terbesar sejak letusan 1872 dan memakan korban jiwa sebanyak 273 orang hingga tanggal 17 November 2010. (http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merapi). Abu vulkanik dan hujan kerikil menghancurkan kebun-kebun salak, sawah-sawah dan kolam ikan serta ternak milik warga setempat

Gambar3. Meletusnya Gunung Merapi. Gambar 4. Magma yang keluar dari puncak Merapi
Sumber : http://rovicky.wordpress.com
 Ancaman Lahar Dingin Merapi
Aktivitas Merapi pun tidak berhenti sampai disitu, setelah tanggal 4 November 2010, bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin juga mengancam kawasan sekitar Merapi ditambah dengan hujan deras di sekitar puncak Merapi. Pos-pos dibuat untuk memantau aktivitas Merapi dan pergerakan lahar dingin disepanjang aliran sungai yang berhulu di lereng Merapi, salah satunya Kompag (Komunikasi Peduli Aktivitas Gunung Merapi) Di posko ini terdapat relawan, anggota SAR, wartawan, bahkan korban bencana yang ikut sebagai relawan. Sungguh memperihatinkan, posko ini hanyalah shroom sepeda yang telah dikosongkan demi keamanan yang berada di pinggir Desa Jumoyo, di pinggir jalan raya Magelang – Yogyakarta. Di dalam pos itu hanya ada meja yang sudah usang sebagai tempat alat penerima pesawat rig dan beberapa Handy Talky. Alat-alat ini digunakan untuk bertukar informasi dengan pos-pos lain untuk memantau perkembangan cuaca, debit air sungai atau informasi penting lainnya, terutama informasi penting dari pos induk di dusun Rejosari, Talun, kec, Dukun, Magelang Melalui pos ini dapat dipantau ke mana arah aliran banjir lahar dingin.
Pada 24 Januari 2011, posko induk mengabarkan, debit air sudah memenuhi Sungai Pabelan, yang merupakan sungai terbesar di antara sungai-sungai lain, seperti Sungai Blongkeng, Senowo, Putih, Tringsing, Cacaban atau Sungai Juweh yang melewati jalan utama Magelang – Yogyakarta. Hanya dengan hitungan menit, air keruh yang berwarna coklat bercampur pasir dan material lain., bahkan batu-batu besar sudah bergolak mengerikan di Sungai Pabelan. Beberapa menit kemudian, pos induk menginformasikan, banjir susulan akan menerjang Sungai Putih yang berjarak 4 km dari Sungai Pabelan yang sedang bergolak, sehingga polisi harus mengosongkan ruas jalan Magelang – Yogyakarta. Pengosongan jalan ini bertujuan untuk mengantisipasi agar tidak ada kendaraan yang terjebak dan korban jiwa akibat terjangan lahar dingin Merapi.
Gambar 5. Lahar dingin yang bergolak di Sungai Pabelan,
Senin (24/1). Sumber : CyberNews/Isti, 2011
Bribtu Hadi. S tidak henti-hentinya memerintahkan para warga yang masih nekat berdiri di jembatan dan bantaran Sungai Putih di Desa Jumoyo Kecamatan Salam, Magelang yang sedang melihat aliran lahar dingin Merapi untuk segera menjauh dan meninggalkan tempat tersebut. “Kecuali petugas dan relawan, semua warga harap meninggalkan tempat ini. Kami tidak mau lagi harus menggotong-gotong korban seperti kemarin-kemarin,” seru Briptu Hadi S. lewat megapon. Tapi seruan itu tidak di didengar warga. Terbukti mereka masih berdiri di atas bebatuan di bantaran sungai demi menyaksikan debit air Sungai Putih yang mulai meninggi. (CyberNews/Isti, 2011)
Apakah yang menjadi daya tarik dari aliran lahar dingin yang bergolak di sungai tersebut? Lalu bagaimanakah dengan keselamatan mereka? Hal ini perlu diperhatikan oleh masyarakat setempat. Bukan hanya pemerintah dan aparat terkait yang bertanggungjawab melindungi masyarakat sekitar, tapi diri mereka sendiri harus memiliki kesadaran dan kewajiban yang jauh lebih besar untuk melindungi diri sendiri, tidak hanya bergantung pada orang lain. Hal ini dapat terjadi karena tidak ada simulasi bencana pada masyarkat sekitar, sehingga masyarakat tidak mengetahui apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana cara melindungi diri mereka sendiri serta kurangnya rasa peduli pada diri mereka sendiri.
Antisipasi Lahar Dingin Merapi
Sejumlah petugas Bina Marga mulai mempersiapkan pemasangan site pile atau dinding beton di pinggir Jalan Raya Magelang-Yogyakarta Km 23, tepatnya di Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Dinding beton ini bertujuan untuk mencegah penggerusan jalan raya lebih parah, akibat 9 sungai diterjang banjir lahar dingin. Jalan Raya Magelang-Yogyakarta terkikis 8 meter dengan panjang 40 meter. Di titik tersebut juga terdapat lubang curam sedalam 5-6 meter. (Cyber News, Habib Shaleh, 2011)
Salah satu tindakan penaggulangan yang tepat dan cepat dari pemerintah untuk menghadapi masalah ini. Dalam pelaksanaannya harus ada pengawasan secara ketat dan langsung dari pemerintah terkait, agar kesejahteraan dan keselamatan rakyat dapat terjamin serta agar tidak ada pihak-pihak yang menyabotase kasus ini.
Gambar 6. Pemasangan site pile
di Dusun Gempol. Sumber : Cyber News, Habib Shaleh, 2011
 Ketidakadilan pemerintah
Realisasi alokasi dana penggantian ternak sapi bagi korban bencana Gunung Merapi yang diberikan pemerintah melalui Dinas Pertanian mencapai Rp 35,9 miliar dari Rp100 miliar untuk mengganti 4.007 ekor sapi di empat kabupaten, yaitu Sleman, Klaten, Boyolali, dan Magelang. Dana Rp 35,9 miliar merupakan dana yang telah digunakan untuk membeli ternak milik warga setempat yang bersedia dijual dan memberikannya pada warga yang ternaknya mati sebagai penggantinya. Dana Rp 100 miliar tidak terserap sepenuhnya karena banyak sekali peternak sekitar yang tidak menjual sapinya, karena daerah tempat tinggal mereka sudah dalam kondisi aman dari bahaya erupsi Merapi dan karena sapi-sapi mereka sehat, setelah diobati oleh tim task force penanganan ternak korban erupsi Merapi yang telah dibentuk oleh Kementrian dan didukung Tim Kesehatan Posko Medik Veteriner RSH Prof Soeparwi. “Di lapangan ditemukan banyak sapi yang mati. Alokasi dana ini telah didistribusikan ke masing-masing kabupaten,” kata Koordinator Tim Identifikasi Penanganan Ternak Korban Merapi, Kementerian Pertanian RI, Prof Dr drh Ida Tjahajati MS di Yogyakarta, Senin (24/1). (http://www.suarakarya-online.com/news.html, 2011)
Namun berdasarkan wawancara beberapa warga di dusun Demo, Dukun serta Sawangan (2/2) memaparkan belum mendapatkan penggantian sapi dari pemerintah. Didisbtibusikan kemanakah dana dari pemerintah? Apakah ada pihak-pihak yang tega menyabotase dana penggantian ternak untuk masyarakat? Masih banyakkah korban Merapi yang belum mendapatkan penggantian dari pemerintah? Bagaimana alternatif pemerintah untuk mengganti ternak warga, karena warga setempat tidak ingin menjual ternaknya lagi?
Itu semua wajib kita renungkan dan menjadi bahan evaluasi pemerintah. Pemerintah harus turun tangan langsung dalam menghadapi berbagai persoalan. Apalagi yang menyangkut bantuan dana untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, agar tidak ada lagi penyelewengan dan birokrasi yang berbelit-belit yang dapat menyekik rakyat yang benar-benar membutuhkan bantuan dan dana dapat tepat sasaran serta bersifat menyeluruh. Bagi yang melakukan tindakan korupsi dan penyelewengan harus diadili dan dihukum seadil-adilnya. Agar Gayus dan koruptor lainnya bertekuk lutut dan takut akan taring para penegak hukum. Dibutuhkan mahasiswa dan perss untuk bekerja sama menjadi pengontrol kebijakan dan tindakan pemerintah apabila tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mencapai kesejahteraan rakyat dan keadilan.
Saudaraku di Yogyakarta bangkitlah dan tegarlah. Hadapi semuanya dengan senyuman dan yakinlah roda perekonomian dan roda kehidupan akan pulih dan menjadi lebih baik lagi. Yakinlah dibalik setiap ujian pasti ada hikmah terindah dari-Nya.

Category: News  Leave a Comment

cerita inspirasi 2

Nama : Dini Ayu Lestari
NRP : E34100036
Tugas MPKMB: Cerita Inspirasi 2.

Sahabatku adalah Inspirasiku
Kisah ini adalah tentang aku. Seorang remaja yang yang baru saja menikmati bangku perkuliahan. Dunia yang berbeda dari dunia putih abu, dunia yang menggambarkan akan kehidupan yang nyata, kehidupan yang dipenuhi dengan kerja keras dan kompetisi yang kuat, namun itu semua akan terlukis indah bagaikan pelangi, jika menjalaninya dengan ikhlas hanya karna-Nya dan ditemani bersama dengan teman-teman yang baik hati.
Ku berkenalan dengan banyak sekali mahasiswi baru. Berbagai karakter yang dimiliki oleh mereka. Alhamdulillah ku mendapatkan sahabat-sahabat yang setia menemaniku, dikala suka maupun duka. Kasih sayang mereka yang tulus dapat ku rasakan, perhatian dan pelajaran banyak ku dapatkan dari mereka, dari hal-hal yang kecil hingga yang besar. Syukur ini tak henti-hentinya ku panjatkan karena ku dapat mengenal mereka. Walau kita nggak satu kamar hari demi hari ku lewatkan bersama mereka, itu membuat ku bahagia.
Sifatnya yang dewasa, barani mengambil resiko dan menyukai hal-hal yang bisa memacu adrenalin nya, hingga seekor macan pun ia bilang lucu, itu adalah pribadi dari seorang Ami, tak heran jika ia di terima di Fakultas Kehutanan. Lain hal nya dengan Dayang. Ia feminim banget, walau demikian ia adalah remaja yang kuat dan pandai sekali menyembunyikan kesedihannya dihadapan orang lain, tegar dan care banget orangnya. Ita adalah teman sebangku waktu SMA dulu, sifatnya yang agak keras menunjukkan keteguhan hati dan prinsipnya, ia pribadi yang ulet, rajin, sabar dan pantang menyerah, sedangkan sahabatku yang satu ini ternyata satu daerah dengan ku, ia berasal dari Cirebon juga, namanya Wulan. Dia pandai mengambil keputusan dan peluang di depannya, pandai bergaul, tegas, dan peka terhadap lingkungan disekitarnya.
Semua sifat-sifat mereka yang menginspirasi ku hingga saat ini, terutama semangat dan sifat optimis mereka. Ku bangga dan senang sekali bisa mengenal dan bersahabat dengan mereka. Aku hanya bisa berharap semoga apa yang kalian cita-citakan tercapai, amin. Terimakasih banyak sahabat-sahabatku.

Cerita Inspirasi 2

Nama : Dini Ayu Lestari
NRP : E34100036
Tugas MPKMB: Cerita Inspiras 2

Sahabatku adalah Inspirasiku
Kisah ini adalah tentang aku. Seorang remaja yang yang baru saja menikmati bangku perkuliahan. Dunia yang berbeda dari dunia putih abu, dunia yang menggambarkan akan kehidupan yang nyata, kehidupan yang dipenuhi dengan kerja keras dan kompetisi yang kuat, namun itu semua akan terlukis indah bagaikan pelangi, jika menjalaninya dengan ikhlas hanya karna-Nya dan ditemani bersama dengan teman-teman yang baik hati.
Ku berkenalan dengan banyak sekali mahasiswi baru. Berbagai karakter yang dimiliki oleh mereka. Alhamdulillah ku mendapatkan sahabat-sahabat yang setia menemaniku, dikala suka maupun duka. Kasih sayang mereka yang tulus dapat ku rasakan, perhatian dan pelajaran banyak ku dapatkan dari mereka, dari hal-hal yang kecil hingga yang besar. Syukur ini tak henti-hentinya ku panjatkan karena ku dapat mengenal mereka. Walau kita nggak satu kamar hari demi hari ku lewatkan bersama mereka, itu membuat ku bahagia.
Sifatnya yang dewasa, barani mengambil resiko dan menyukai hal-hal yang bisa memacu adrenalin nya, hingga seekor macan pun ia bilang lucu, itu adalah pribadi dari seorang Ami, tak heran jika ia di terima di Fakultas Kehutanan. Lain hal nya dengan Dayang. Ia feminim banget, walau demikian ia adalah remaja yang kuat dan pandai sekali menyembunyikan kesedihannya dihadapan orang lain, tegar dan care banget orangnya. Ita adalah teman sebangku waktu SMA dulu, sifatnya yang agak keras menunjukkan keteguhan hati dan prinsipnya, ia pribadi yang ulet, rajin, sabar dan pantang menyerah, sedangkan sahabatku yang satu ini ternyata satu daerah dengan ku, ia berasal dari Cirebon juga, namanya Wulan. Dia pandai mengambil keputusan dan peluang di depannya, pandai bergaul, tegas, dan peka terhadap lingkungan disekitarnya.
Semua sifat-sifat mereka yang menginspirasi ku hingga saat ini, terutama semangat dan sifat optimis mereka. Ku bangga dan senang sekali bisa mengenal dan bersahabat dengan mereka. Aku hanya bisa berharap semoga apa yang kalian cita-citakan tercapai, amin. Terimakasih banyak sahabat-sahabatku.

Cerita inspirasi

Nama : Dini Ayu Lestari

NRP : E34100036

Tugas MPKMB: Cerita Inspirasi

Ramadhan Inspirasiku

Kisah ini adalah tentang aku. Kisah yang sederhana, namun bermakna dalam hidupku. Pagi itu ku terjatuh dilorong yang sepi karena ada genangan air dihadapanku, tak ada sepasang mata yang melihatku, tak ada uluran tangan hangat untuk membantuku, dan tak ada yang menertawakanku. Ku mencoba untuk berdiri dan berjalan ke kamar sahabatku untuk mengembalikan sesuatu, aku lupa apa. Kamar yang berada disebelah lorongku, yang kenyatannya dekat, namun berasa jauh sekali. Kaki ini sulit sekali untuk melangkah dan beranjak. Setelah selesai, kembali kaki ini melangkah perlahan ke kamarku, sakit yang kurasakan ku mencoba untuk tidak merasakannya. Ku pegang dinding yang ada untuk bertumpu. Akhirnya sampai dikamar, ku rebahkan tubuh ini perlahan dan kuangkat kaki ini pelan-pelan, sakit sekali. Ku mencari-cari posisi yang nyaman untuk istirahat, tapi ku tak menemukannya, ketika tubuh ini ku goyangkan perlahan, kontan kaki ini bereaksi, sakit kembali yang ku rasakan.

Waktu pun beranjak mendekat sore. Saat itu ada TL (Temu Laskar) pertama, dari semalam ku sudah menyiapkan rok hitam dan kemeja yang ingin ku pakai untuk TL sore ini. Namun sahabat-sahabat ku melarang ku untuk ikut, karena pada saat itu aku sudah sulit sekali untuk berjalan. Ku nggak percaya kenapa bisa seperti ini? Sahabat-sahabatku mencari SR untuk meminta surat izin, namun nihil, semua SR di A3 nggak ada. Pada saat itu paniklah aku, namun sahabat-sahabatku menenangkanku dan  memintaku untuk pulang.

Keesokan harinya, sahabat-sahabatku datang menjengukku. Bahagia luar biasanya aku pada saat itu, ada Ita, Ami, Dayang, Wulan, dan Dhea. Aku senang bukan karena mereka membawa buah kesuakaanku jeruk, namun senang sekali mereka ada disampingku ketika ku membutuhkan suport dari mereka. Mereka memberikanku nasihat-nasihat dan semangat agar ku percaya diri untuk bisa berjalan lagi. Mereka juga menantangku setiap hari untuk melakukan perubahan-perubahan, dari yang belajar duduk, hingga lari. Mulai saat itu aku bertekad untuk ikut melaksanakan shalat tarawih dengan berdiri dan berjama’ah di masjid. Alhamdulillah akhirnya itu semua dapat terwujud setelah dua minggu sakit.